Kamu butuh CLI yang sudah terpasang dan sebuah project Flutter. Kalau belum punya akun Retrojet, kamu bisa membuatnya di langkah login.

1. Login

  retrojet login
  

Browser membuka console Retrojet. Login (atau buat akun), pastikan permintaan itu memang dari terminal kamu, lalu klik Izinkan. Kembali ke terminal, kamu akan melihat:

  ✓ Logged in to Retrojet.
  Patch your Flutter apps in minutes, not days.
  

Bekerja lewat SSH atau di komputer tanpa browser? Pakai retrojet login --no-browser, lalu buka URL yang ditampilkan di perangkat mana pun. Cek akun yang sedang login dengan retrojet whoami.

2. Hubungkan project

Jalankan di folder yang berisi pubspec.yaml:

  cd my_flutter_app
retrojet init
  
  ✓ Retrojet is set up for com.acme.demoapp.
  Created the app "demoapp" in Acme (app_id 6f1c2a4e-...).
  Saved to retrojet.yaml. Commit this file.
  

retrojet init membaca package ID dari setiap folder platform, lalu mencari app dengan package ID yang persis sama di organisasi kamu. Kalau ketemu, app itu dipakai. Kalau tidak, app dibuat dengan nama dari name di pubspec.yaml. Hasilnya disimpan di retrojet.yaml:

  # Retrojet configuration, created by `retrojet init`. Commit this file.
app_id: 6f1c2a4e-...
  

Commit retrojet.yaml. Dengan begitu semua anggota tim dan CI memakai app yang sama.

3. Release dan patch

Alurnya nanti:

  retrojet release android   # build dan upload release yang juga kamu kirim ke Google Play
# ...ubah sebagian kode Dart...
retrojet patch android     # build patch untuk release itu dan publish ke sebuah channel
  

Setelah itu, di console, promote patch ke stable kalau sudah yakin.